Berita

Forum Komunikasi Bappeda Se-Sulawesi Tengah XVIII Tahun 2020

Forum Komunikasi Bappeda Se-Sulawesi Tengah XVIII Tahun 2020

Read Offline:

Buol – Kabupaten Buol menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Koordinasi dan Komunikasi (FORKKOM) Bappeda Se-Sulawesi Tengah XVIII Tahun 2020. FORKKOM XVIII Tahun 2020 mengangkat tema “Pembangunan Industri Pangan dan Pariwisata Berbasis Kewilayahan Melalui SDM Unggul “.

 

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 s.d 6 Februari 2020 yang terbagi dalam 3 (tiga) kegiatan yang terdiri atas :  Acara Pembukaan bertempat di Hotel Sri Utami, Acara Kunjungan Pembangunan Industri Pangan ke Peternakan Mini Ranch, dan Acara Kunjungan Wisata bertempat di wisata Kebun Kopi Bisa. Hadir sebagai pemateri pada kegiatan tersebut Kepala  Bappeda  Sulawesi  Tengah, Dr. Ir. Hasanudfin Atjo MP, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Drs. Mohammad Suprizal Jusuf, MM, dan selanjutnya dibahas oleh Prof. Dr. H. A. Tanra Tellu, M.S (Akademisi Untad) dan Dr. Ismet Khaeruddin (Koordinator Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit, GIZ Provinsi Sulawesi Tengah).

Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Drs. Mohammad Suprizal Jusuf, MM pada sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa pelaksanaan FORKKOM bertujuan untuk mensosialisasikan berbagai informasi dan perkembangan kebijakan tentang perencanaan pembangunan serta memberikan pengetahuan bagi aparat perencana dan para pemangku kepentingan. Kegiatan ini hendaknya dapat dimanfaatkan sebagai penggerak perkembangan informasi menyangkut perencanaan pembangunan sehingga mampu meningkatkan komitmen, sinergitas dan keterpaduan daerah dalam percepatan pencapaian visi dan misi pembangunan daerah.

FORKKOM BAPPEDA Se-Sulawesi Tengah XVII tahun 2020 menghasilkan 12 (dua belas) point rekomendasi :

  1. Forkkom Bappeda perlu melakukan :
    1. Penyelarasan target Indikator Makro Pembangunan di kabupaten/ kota, untuk mendukung pencapaian target provinsi dan nasional;
    2. Pembahasan isu-isu pembangunan lintas Kab/Kota (Hinterland).
  2. Merespon dan memanfaatkan pindahnya Ibukota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur dengan mengambil peran sebagai :
    1. Jembatan Penghubung IKN dengan Kawasan Timur (Maluku, Maluku. utara dan Papua) melalui integrasi tol laut dan tol darat (Tambu-Kasimbar yang menghubungkan selat Makassar dan Teluk Tomini), dan mempersiapkan infrastruktur pelabuhan fery di Tambu, Selat Makassar, Kabupaten Donggala dan pelabuhan fery di Kasimbar Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong. Selain itu, perlu peningkatan infrastruktur dasar (jembatan, jalan, air bersih dan listrik);
    2. Penyangga kebutuhan pangan dan non pangan serta SDM yang memiliki skill dan bersertifikat;
    3. Mempersiapkan sejumlah destinasi di masing-masing kabupaten/ kota untuk menjadi tujuan destinasi wisata bagi warga IKN.
  3. Mendorong program/kegiatan kerjasama pembangunan lintas Kabupaten/Kota dalam rangka mempercepat proses industrilisasi (pangan dan pariwisata).
  4. Memberi perhatian terhadap peningkatan kualitas SDM masyarakat, ASN, sampai kepada peran strategis garda terdepan dari struktur Pemerintahan yaitu Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dan Desa dalam rangka program SDM unggul menghadapi era digitalisasi.
  5. Memberi perhatian terhadap program penurunan angka kemiskinan, ketimpangan, pengannguran dan stunting, melalui optimasi program intervensi (subsidi dan dana desa, bantuan sosial, penanggulan inflasi), dan mendorong investasi swasta melalui peningkatan daya tarik investasi antara lain menurunkan nilai ICOR (Incremental Capital Output Ratio) provinsi dan kabupaten/kota.
  6. Pengembangan industri pangan melibatkan pelaku UMKM melalui penerapan Konsep ”SMART FARMING” dan pelaku Usaha Besar. Sedangkan pengembangan Industri Pariwisata diawali dengan penyiapan RoadMap dan Rencana Aksi pengembangan di masingmasing kabupaten/kota yang di integrasikan dan di interkonensikan dengan 2 (dua) destinasi provinsi yang sudah memiliki Perda dan Pergub yaitu Destinasi Togian Island dan Cagar Biosfer Lore Lindu. Desetinasi Togian Island dan Destinasi Cagar Biosfer Lore Lindu kiranya dapat diperjuangkan masuk dalam skala prioritas nasional pengembangan pariwisata (10 Bali Baru).
  7. Mendorong peningkatan status Bandara Mutiara Sis Al-Jufri menjadi bandara Internasional serta peningkatan status Bandara Perintis untuk mendukung percepatan Industri Pangan dan Pariwisata di Provinsi Sulawesi Tengah.
  8. Mendorong percepatan implementasi dan integrasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) melalui penerapan e-planning dan e-budgeting. Diharapkan SIPD ini diintegrasikan dengan aplikasi Multylayers Digital yang berbasis koordinat (Geospatial Information System) dan hybrid.
  9. Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah perlu memfasilitasi pelaksanaan bimtek aparatur perencana di tingkat kabupaten/kota.
  10. Penyiapan pejabat fungsional perencana dengan tunjangan yang memadai di Provinsi, Kabupaten dan Kota.
  11. Untuk lebih efektifnya fungsi koordinasi, maka perlu diusulkan penyesuaian/peningkatan grade eselonisasi Bappeda.
  12. Pelaksanaan FORKKOM BAPPEDA se-Sulawesi Tengah XIX Tahun 2021 akan dilaksanakan di Kabupaten Banggai.

Kepala Bappeda Kabupaten Tolitoli, Chrisman Isol, SE yang turut hadir pada kegiatan tersebut saat dikonfirmasi terkait rekomendasi mengatakan bahwa Bappeda Kabupaten Tolitoli harus turut berperan aktif dalam pelaksanaan rekomendasi FORKKOM tersebut, terutama terkait strategi dan kebijakan Kabupaten Tolitoli dalam menghadapi pindahnya Ibu kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur mengingat Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi Tengah yang terdekat dengan Ibu Kota Negara yang baru. Pindahnya Ibu Kota Negara diharapkan mempercepat pembangunan di Kabupaten Tolitoli sehingga permasalahan dan isu strategis yang selama ini dapat terselesaikan seperti penurunan kemiskinan dan peningkatan IPM. (@h&)

Read Offline:
Posted in